top of page

Mood Sering Naik Turun Saat Hamil? Mungkin Hormon Ini Penyebabnya


Dok. Rawpixel


Bukan hanya mual-mual yang jadi keluhan para ibu hamil. Mood yang kadang baik, tapi tak jarang juga jadi moody, kerap membuat para ibu hamil sebal.


Memang hal yang biasa saat sedang hamil kita kerap merasakan naik turun emosi. Bukan tanpa sebab, pasalnya hormon dalam tubuhlah yang membuat mood jadi berubah-ubah.


Adapun berikut macam-macam hormone yang perlu diketahui para ibu hamil :


FSH (Follicle stimulating hormone)

Adalah hormon pertama dari banyak hormon lainnya yang sangat penting pada mulainya masa kehamilan. Hormon ini bahkan sudah ada sebelum Anda hamil.


LH (Luteinizing hormone)

Hormon ini bekerja secara bersamaan dengan FSH untuk mengatur siklus menstruasi Anda. FSH dan LH, keduanya berada pada kondisi tidak aktif saat Anda memasuki fase kehamilan.


hCG (human chorionic gonadotropin)

Saat sel telur bertemu dengan sperma, hCG akan memicu kenaikan produksi estrogen dan progesteron. Hormon ini juga akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda untuk mendukung tumbuh kembang janin dalam kandungan.


Hormon hCG pada darah dan urin ditemukan meningkat secara dramatis pada kehamilan trimester pertama. Peningkatan inilah yang memicu rasa mual dan muntah pada awal kehamilan.


hCG membuat segalanya berjalan dengan luar biasa dan menjadi deteksi awal yang ditemukan dokter untuk menentukan bahwa Anda hamil.


Estrogen

Awalnya terstimulasi oleh hCG kemudian oleh plasenta, estrogen membantu tumbuhnya uterus, pengaturan produksi hormon-hormon kunci lainnya juga memicu perkembangan organ-organ bayi dan fungsi-fungsi lainnya.


Kumpulan dari hormon-hormon ini bertangggung jawab atas perkembangan jenis kelamin perempuan dan umumnya diproduksi di dalam ovarium. Serta membantu menjaga kehamilan yang sehat.


Progesterone

Mirip dengan estrogen, hormon kehamilan yang ini juga distimulasi oleh hCG dan kemudian oleh plasenta.


Di samping fungsi lainnya bagi tubuh, progesteron mendorong pertumbuhan jaringan di payudara, dan membantu melunakkan ligamen dan tulang rawan untuk persiapan proses melahirkan.


Di luar masa kehamilan, progesteron juga merangsang penebalan lapisan leher rahim untuk mengantisipasi saat sel telur mengalami pembuahan.


Relaxin

Hormon ini berfungsi untuk membuat relaks otot-otot, tulang, ligamen dan persendian pada kehamilan fase akhir menuju waktu kelahiran.


Placental Growth Factor

Dengan mendukung perkembangan pembuluh darah, hormon ini membantu meningkatkan volume darah yang diperlukan untuk tumbuh kembang janin dalam kandungan.


hPL (Human placental lactogen)

Hormon ini bertugas menstimulasi kelenjar susu di payudara untuk membantu payudara siap menyusui.


Bersama dengan placental growth factor, hormon ini diproduksi oleh plasenta untuk melakukan penyesuaian metabolisme tubuh agar siap memberikan nutrisi pada janin.


Pada beberapa perempuan, HPL dan placental growth factor diketahui menghalangi insulin untuk menghindari kemungkinan munculnya diabetes gestasional.


Oksitosin

Meskipun hormon ini sudah hadir selama masa kehamilan, hormon yang berfungsi untuk mendorong kontraksi otot ini dikenal sebagai hormon stimulasi kontraksi kelahiran.


Prolaktin

Hormon ini menyebabkan payudara Anda bertambah besar ukurannya dan memroduksi air susu ibu (ASI).



Jadi, hormon jenis apa yang paling mempengaruhi kehamilan Anda?



(*) Artikel ini sudah pernah dipublikasikan di www.femina.co.id.

Comments


bottom of page